Metro

Hingga Tahun 2023, PPU Optimis 23 Desa Bebas dari Status Tertinggal

Bupati H Abdul Gafur Mas’ud saat peresmian Kampung Tangguh Nusantara di Kelurahan Waru (foto:kotaku.co.id/hamaruddin)

KOTAKU, PENAJAM-Pendamping Teknis Program Pembangunan Pemberdayaan Kelurahan dan Perdesaan Mandiri (Pro-P2KPM) diklaim sukses menggali potensi desa untuk pengembangan ekonomi dan mewujudkan desa mandiri. Seperti yang disampaikan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) H Abdul Gafur Mas’ud usai meresmikan Kelurahan Waru sebagai Kampung Tangguh Nusantara, Rabu (3/3/2021).

“Upaya yang kami lakukan untuk menciptakan desa mandiri hampir sama dengan program Kampung Tangguh Nusantara. Jadi percepatan pembangunan itu dimulai dari desa atau kelurahan ke kabupaten,” kata Abdul Gafur Mas’ud di Jalan Gelinggang, Kelurahan Waru, Kecamatan Waru.

Pro-P2KPM salah satu visi misi Bupati Abdul Gafur Mas’ud dan Wakil Bupati Hamdam merupakan program di luar dinas namun tetap bersinergi dengan instansi di Kabupaten PPU.

Lanjut AGM mengatakan, dengan adanya Pro-P2KPM, desa yang dulunya tertinggal menjelma menjadi desa mandiri dan maju. Tercatat ada tiga yang berhasil menjadi desa maju dan mandiri. Dari total 30 desa di PPU.

“Optimis hingga tahun 2023 desa mandiri mencapai 23 dari 15 desa yang ditargetkan,” tuturnya penuh semangat.

Di sisi lain, AGM berharap kepala desa maupun aparat desa, memprioritaskan pembangunan untuk infraksturktur seperti jalan dan penerangan jalan umum.

“Ketika jalan itu bagus barulah pembagunan lainnya dilaksanakan,” pesannya.

Diberitakan sebelumnya untuk menciptakan desa mandiri, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) PPU telah memberikan pelatihan keterampilan kepada 1.192 warga berasal dari 30 desa periode tahun 2020. Sekretaris DPMD Usep Supriatna saat ditemui Selasa 2 Maret 2021 lalu mengatakan pelatihan keterampilan diharapkan dapat mendukung pengembangan potensi, peningkatan produktivitas, kualitas dan mendukung keunggulan ditiap desa.

Program tersebut juga bagian dari percepatan pembangunan dan pemberdayaan desa bersinergi menyambut pindahnya Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia dari Jakarta ke Provinsi Kaltim.

“Untuk pengembangan usaha dari pelatihan keterampilan itu perlu pola pemberdayaan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), saat ini pengembangan usaha desa difasilitasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag),” jelasnya. DPMD PPU pun diberi target hingga tahun 2023 melatih 8 ribu warga dan mewujudkan 15 desa maju dan mandiri.

Untuk memenuhi target yang dibebankan, ia mengaku akan membangun pola kolaborasi dengan akademisi, bisnis, komunitas, media dan pemerintah. Dengan terbangunnya kolaborasi, program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat diyakini lebih mudah dilakukan.

“Kami juga akan menjalankan program sarjana membangun desa melalui bantuan keuangan khusus kepada pemerintahan desa dengan memberikan beasiswa kepada lima orang mahasiswa di setiap desa,” pungkasnya. (advertorial/diskominfoppu)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top