hamas
Metro

Jabat Ketua GPMB, Plt Sekda PPU akan Fasilitasi Bacaan Tiap Desa

hamas ramadan 2021
Plt Sekda PPU Muliadi (pakai jas) dilantik jadi Ketua GPMB (foto:kotaku.co.id/ist)

KOTAKU, PENAJAM-Plt Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Muliadi dilantik sebagai Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kabupaten PPU periode 2021-2024 oleh Ketua GPMB Provinsi Kaltim H Syafruddin Pernyata, di aula Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Jumat (9/04/2021).

“Kami akan membentuk GMPB dari tingkat kecamatan hingga desa agar merata sehingga bisa dinikmati masyarakat, soal sarana dan prasarana ikutan saja, pengurus yang akan kami bentuk terlebih dahulu. Yang paling penting bacaan yang mendukung masyarakat gemar membaca harus diperbanyak, untuk semua kalangan dan kebutuhan,” ucapnya usai dilantik.

Ia berharap GPMB menjadi salah satu media yang dapat menjadi penggerak maupun mitra pemerintah daerah, membantu melakukan pembinaan dan pengembangan minat baca di daerah. Pengurus GPMB PPU proaktif melakukan terobosan melalui perluasan informasi semua sektor, dengan mengkampanyekan kegemaran membaca.

Apalagi dalam Islam, lanjut Muliadi yang juga hadir mewakili Bupati PPU H Abdul Gafur Mas’ud (AGM), menyampaikan perintah pertama Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dalam wahyu-Nya yakni Iqra “bacalah!”. “Dengan membaca dapat meningkatkan kemampuan. Karena membaca jendela dunia,” kafa Muliadi.

Dalam kesempatan yang sama, Syafruddin Pernyata mengatakan GPMB Kaltim dihadapkan dengan sejumlah tantangan. “Tantangan pertama kelembagaan dan keragaman bacaan,” ucapnya.

Secara akurasi ia menyebutkan, dari 10 kota dan kabupaten di Kaltim, baru tujuh yang membentuk GPMB. Itu dari sisi kelembagaan. Sedangkan keragaman bacaan, yakni kurang banyak pilihan bagi usia milenial. Termasuk di dalamnya perhatian terhadap perpustakaan.

“Misal ada anak yang ingin menguasai animasi tapi cari bukunya susah di perpustakaan, padahal ada buku itu, cuma perpustakaan tidak di-update. Mungkin karena ketersediaan dana dan mungkin karena tidak melakukan survei kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Belum lagi tantangan utama yakni minat baca masyarakat yang memang dikenal rendah.

“Kalau GPMB PPU juga hadir dari kecamatan hingga desa diharapkan masyarakat semakin melek membaca. Seperti internet, masyarakat sudah melek internet, meski literasi internet belum. Nah ini juga menjadi tantangan GPMB, literasi digital,” imbuhnya.

Masih dalam rangka memacu minat baca, perlu juga memberikan pilihan bacaan berdasarkan bakat dan kemauan dengan melakukan pemetaan. “Jangan buku pelajaran semua yang disediakan di perpustakaan, makanya tidak laku,” ulasnya.

Di tengah gaya hidup serba digital seperti sekarang, ia memastikan infrastruktur dan fasilitas yang dapat meningkatkan minat baca seperti perpustakaan, tetap penting untuk disediakan. “Bagaimanapun membaca dari buku dengan digital tidak sama. Karena tidak semua digital lengkap, sebaliknya tidak semua (informasi dalam) buku juga hidup dan tantangan GPMB itu literasi digital dan literasi menggunakan buku,” pungkasnya. (advertorial/diskominfoppu)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top