hamas
Metro

Jadi Pusat Pemerintahan, Warga Sepaku Gantung Harapan Ini terhadap IKN Baru

hamas ramadan 2021
Diskusi hangat yang digelar Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa bersama perwakilan warga Kecamatan Sepaku dan akademisi saat kunjungannya ke titik nol IKN, Kamis (foto: kotaku.co.id/hamaruddin)

KOTAKU, PENAJAM-Ibu Kota Negara (IKN) yang baru, yang dipusatkan di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) disambut positif warga setempat. Hal itu disampaikan Gubernur Kaltim H Isran Noor usai menggelar diskusi hangat bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa dan Bupati PPU H Abdul Gafur Mas’ud (AGM) dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama di sekitar IKN termasuk akademisi di Rumah Jabatan Bupati PPU (Guest House) di Trunen Kecamatan Sepaku, Kamis (22/4/2021) malam.

“Tidak ada masyarakat yang hadir menolak pemindahan IKN. Bahkan mereka kecewa jika sampai tidak jadi,” lanjutnya.

Dijelaskan Isran, para tokoh masyarakat dan tokoh agama yang hadir memberikan dukungan yang tak terhingga terhadap pembangunan IKN. Tidak terkecuali kalangan akademisi yang turut hadir.

Salah seorang yang mewakili tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat, Muhammad Salim mengatakan diskusi yang berjalan lancar membuahkan hasil positif. Bahkan usulan masyarakat kepada Menteri PPN/Bappenas direspon dengan baik dan akan disampaikan kepada Persiden RI Joko Widodo.

“Masyarakat Sepaku khususnya mendukung pembanguan IKN,” kata Muhammad Salim.

Dalam kesempatan itu juga Muhamamd Salim menyampaikan, agar saat pembangunan IKN dimulai warga setempat dilibatkan.

“Alhamdulillah direspon baik dengan Pak Menteri. Dan beliau berjanji untuk keikutsertaan masyarakat dalam pembangunan IKN agar tidak ada jurang pemisah antara IKN dengan masyarakat setempat,” pungkasnya.

Sebelum berdiskusi dengan perwakilan masyarakat setempat, Menteri PPN/Bappenas beserta rombongan meninjau pembangunan Bendungan Semoi, Kecamatan Sepaku.

“Pengerjaannya sudah sekitar 40-50 persen. Selain sebagai kebutuhan air bersih juga sebagai penahan air agar tidak terjadi banjir di wilayah IKN. Kapasitas 10 juta meter kubik air dengan bersih kurang lebih 6 juta kubik. Pembangunan ditarget rampung akhir tahun 2021,” imbuh Isran kemudian. (advertorial/diskominfoppu)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top