Corak

Cegah Abrasi Pesisir Sesumpu PPU, Jasa Raharja Beri Bantuan 4 Ribu Bibit Mangrove

Penyerahan bantuan 4 ribu bibit mangrove secara simbolis oleh Kepala Cabang Jasa Raharja Kaltimra Suratno (kiri) kepada pengelola Mangrove Sesumpu, Syamsuri (foto: kotaku.co.id/chandra)

KOTAKU, PENAJAM-Melalui semangat Tangung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), PT Jasa Raharja cabang Kaltim dan Kaltara memberi bantuan 4 ribu bibit mangrove untuk pelestarian di Kelurahan Sesumpu, Penajam Paser Utara, Minggu (27/6/2021).

“Bantuan mangrove digelar serentak secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka Hari Penghijauan se Dunia. Tapi karena3 situasi dan kondisi, untuk wilayah kerja Kaltimra baru hari ini dapat direalisasikan,” kata Kepala Cabang Suratno usai penyerahan bantuan secara simbolis.

Ia berharap, bibit mangrove berkembang biak sehingga kawasan pesisir Sesumpu bebas abrasi. Pengembangan mangrove juga dapat menumbuhkan sumber ekonomi bagi masyarakat pesisir dan juga menurunkan suhu udara di sekitar lokasi.

“Kami juga mengharapkan kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati menggunakan kendaraan bermotor ketika di jalan raya,” ulasnya.

Jasa Raharja merupakan pelaksana jaminan sosial kecelakaan lalu lintas jalan. Program asuransi sosial yang dijalankan meliputi perlindungan terhadap risiko kecelakaan yang terjadi pada penumpang angkutan umum dan program perlindungan tanggung jawab kepada pihak ketiga yang berada di luar kendaraan yang menimbulkan kecelakaan.

Selain membayarkan klaim santunan kecelakaan, pihaknya juga memungut Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) dari pemilik kendaraan.

Dalam kesempatan yang pengelola Mangrove Sesumpu Syamsuri menerangkan, Jasa Raharja merupakan yang pertama memberikan perhatian dalam bentuk pemberian bantuan bibit mangrove. “Sebelumnya enggak ada. Kebetulan kawasan mangrove ini merupakan milik pribadi dan dikelola bersama keluarga,” ujarnya. Ia pun bertekad menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu objek wisata andalan.

Mangrove kawasan Sesumpu dikenal sebagai destinasi wisata mancing yang dilengkapi kafe, gazebo, toilet, akses jalan yang mumpuni dan alami hingga dermaga. Pengunjung yang beruntung juga akan melihat kehadiran orangutan yang katanya jumlahnya cukup banyak.

Diterangkan, untuk melestarikan kawasan wisata warisan orangtua seluas 32 hektare, Syamsuri beserta saudaranya masih membutuhkan 10 ribu bibit. Penerangan juga menjadi kebutuhan berikutnya.

“Kami berharap bantuan yang diberikan Jasa Raharja dapat berkelanjutan. Tidak berhenti sampai di sini saja,” imbuh Ketua RT setempat, Mujiyanto yang turut hadir dalam kegiatan. Menandai pemberian bantuan tersebut, Suratno turut melakukan penanaman bibit mangrove di kawasan tersebut. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top