
KOTAKU, PENAJAM-Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Raup Muin menyerap aspirasi konstituennya di kawasan Perum Korpri RT 7, Nipah Nipah, Penajam, Senin (20/3/2023) malam.
Reses Masa Sidang II tahun 2023 itu digelar di rumah seorang warga. Tepatnya di kediaman Ramli atau akrab disapa Panco dan dihadiri warga sekitar yang antusias bertemu Raup Muin.
“Ada beberapa hal yang kami bahas. Pertama terkait pertanian, khususnya pupuk bersubsidi,” ujar Raup.
Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) PPU itu mengatakan, proses penyaluran pupuk bersubsidi dikeluhkan para petani.
“Kami sudah pernah sampaikan terkait pupuk bersubsidi, tapi tidak ada solusi. Kami tidak menuduh ada mafia pupuk, tetapi kalau dilihat kemungkinan bisa saja itu terjadi,” ungkapnya.
Raup juga menerima aspirasi terkait program kartu tani yang banyak dikeluhkan masyarakat. Lantaran proses penyaluran pupuk bersubsidi kini menjadi lebih rumit, khususnya bagi para petani usia paruh baya yang gagap teknologi.
Raup pastikan DPRD PPU akan memfasilitasi hal ini agar penyaluran pupuk bersubsidi bisa tepat sasaran dan berjalan sebagaimana yang diharapkan.
Selain itu, masyarakat juga menyampaikan harapannya terkait pembangunan infrastruktur di lingkungannya, serta membahas peluang dan kesempatan ketenagakerjaan.

Dalam kesempatan itu juga, Raup merespons keinginan warga Perum Korpri yang mendambakan pemeliharaan dan perbaikan jalan untuk memudahkan akses mobilitas, yang telah dibangun sejak tahun 2005 lalu.
“InsyaAllah dalam tahun ini. Kemungkinan bulan ini sudah dimulai pengerjaannya. Satu hal lagi, masyarakat juga menyampaikan persoalan legalitas tanah. Karena hal ini juga diperjuangkan DPRD,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Raup juga didampingi Ustadz Yusuf dari Ponpes Hidayatullah yang selama ini sudah akrab dengan masyarakat PPU.
Raup mengatakan sengaja mengajak para pemuka agama dalam resesnya, untuk memberi nuansa spiritual dalam pertemuan dengan masyarakat.
“Jadi bukan hanya membahas kepentingan, aspirasi dan edukasi kepada masyarakat, tapi aspek spiritualnya juga perlu disentuh.
Kadang ada sesuatu hal yang kami sampaikan, tapi masyarakat tidak respek. Dengan sentuhan spiritual membuat masyarakat lebih adem. Makanya kami selalu memberikan sentuhan spiritual dalam setiap reses,” pungkasnya. (*)