
KOTAKU, PENAJAM-Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Wakidi menolak lupa rencana pemerintah merealisasikan bendung regulator Sungai Telake.
Bendung itu diharapkan bisa mengakomodasi irigasi ribuan hektare lahan pertanian di dua kabupaten yakni di Long Kali, Paser dan Babulu di PPU.
Namun, rencana itu pupus. Lantaran pemerintah pusat mengalihkan prioritasnya untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Menurut pengamatannya, banyak petani yang akan beralih ke perkebunan sawit dalam lima tahun mendatang, bila pemerintah pusat tidak segera memecahkan persoalan irigasi.
“Ini harapan kami, terutama para petani tanaman pangan dari Babulu, Waru, Penajam.
Itu berkaitan dengan sumber air untuk irigasi teknis,” ujar Wakidi, saat dihubungi Sabtu (4/3/2023).
Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, pemerintah pusat telah melakukan lelang pembangunan bendung tersebut, 2022 lalu.
Bahkan, rencana pembebasan lahan di Kecamatan Babulu sudah berlangsung.
“Tiba-tiba pemerintah pusat mengalihkan untuk kegiatan di IKN.
Ini terus terang, kami bersama warga terutama petani, kecewa banget,” katanya.
Menurut legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Babulu itu, selama bendung regulator di Sungai Telake belum dibangun, kondisi pertanian di PPU tetap seperti sekarang.
Dipastikan tidak akan bisa memenuhi kebutuhan pangan untuk penghuni IKN Nusantara.
Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan lokal saja masih belum mencukupi.
Wakidi mengaku memahami kondisi alam pertanian di PPU.
Disebutnya air tanah persawahan asam, dengan produktivitas rendah.
Hingga saat ini, para petani hanya mengandalkan sistem irigasi tadah air hujan saja.
“Sehingga petani mulai beralih ke perkebunan. Mau ditanami sawit itu, sayang banget,” ungkapnya.
Wakidi menilai, seharusnya pemerintah sudah mengantisipasi hal ini.
Agar para petani tetap diberdayakan dengan mendukung program-program nyata dan mengembalikan rencana bendung Sungai Telake menjadi program nasional.
“Kami harap para petani di PPU bisa menyuplai kebutuhan pangan di IKN.
Sebelumnya memang sudah masuk program nasional. Kalau tidak salah anggarannya Rp2 triliun lebih,” urainya.
Adapun rencana teknis pelaksanaan pembangunan bendung regulator di Sungai Telake sudah dilengkapi desain.
Kedalaman bendung diturunkan sekian meter dan bangunannya setinggi enam meter, untuk memudahkan mengalirkan air ke sawah-sawah petani.
“Saya berharap bendung regulator itu jangan sampai dihapus dari Program nasional.
Saya sudah mengikuti program ini beberapa periode.
Begitu waktu pengerjaan, dibatalkan lagi. Kami kecewa banget,” pungkasnya. (*)